Masjid As-Sajdah (Masjid Abu Dzar)
Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....
Kota Madinah bukan hanya kota tempat berdirinya Masjid Nabawi. Di setiap sudutnya tersimpan jejak kehidupan Rasulullah ﷺ. Sebagian tempat mungkin tampak sederhana —tidak besar, tidak megah—tetapi di sanalah pernah terjadi peristiwa yang penuh makna dalam sejarah Islam.
Salah satu di antaranya adalah Masjid As-Sajdah. Masjid ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Masjid Asy-Syukr (Masjid Syukur) dan oleh masyarakat Madinah sering disebut Masjid Abu Dzar. Lokasinya berada di sebelah utara Masjid Nabawi, sekitar 900 meter dari masjid Nabi.
Di tempat inilah Rasulullah ﷺ pernah bersujud sangat lama, sebagai ungkapan syukur kepada Allah Ta'ala setelah menerima kabar gembira yang disampaikan oleh Malaikat Jibril عليه السلام.
Kisah Sujud Syukur Nabi ﷺ
Peristiwa ini diriwayatkan oleh sahabat mulia Abdurrahman bin ‘Auf رضي الله عنه. Ia menceritakan sebuah pengalaman yang sangat mengesankan ketika bersama Rasulullah ﷺ.
Ia berkata bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ keluar menuju sebuah kebun kurma miliknya. Beliau kemudian menghadap kiblat dan tiba-tiba bersujud sangat lama. Lamanya sujud itu membuat Abdurrahman bin ‘Auf khawatir.
Ia mendekat dan menunggu sampai Rasulullah ﷺ mengangkat kepala dari sujudnya.
Rasulullah ﷺ kemudian menjelaskan sebab sujud panjang tersebut. Beliau bersabda:
إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَتَانِي فَبَشَّرَنِي، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ، وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ. فَسَجَدْتُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شُكْرًا
Beliau bersabda: "Sesungguhnya Jibril datang kepadaku dan memberi kabar gembira.
Ia berkata: Sesungguhnya Allah عز وجل berfirman:
Barang siapa bershalawat kepadamu, Aku akan bershalawat kepadanya.
Dan barang siapa mengucapkan salam kepadamu, Aku akan memberi keselamatan kepadanya.
Maka aku pun bersujud kepada Allah sebagai bentuk syukur.”
(HR. Ahmad 1/191, Juga diriwayatkan oleh al-Hakim, Al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain (1/550), dan al-Baihaqi, As-Sunan al-Kubra (2/371).
Peristiwa inilah yang menjadi sebab tempat tersebut dikenal dengan nama Masjid As-Sajdah atau Masjid Syukur.
Nilai Sejarah Masjid As-Sajdah
Masjid ini termasuk salah satu jejak sejarah kenabian di Madinah. Tempat ini menjadi saksi:
Pada awalnya masjid ini berukuran kecil. Namun kemudian dibangun kembali dan diperluas dengan arsitektur modern pada tahun 1421 H / 2000 M. Kini masjid ini tetap berdiri sebagai salah satu penanda sejarah di Madinah.
Ibrah dari Peristiwa Ini
Ada pelajaran yang sangat indah dari kisah ini.
Pertama, betapa besarnya kedudukan shalawat kepada Nabi ﷺ. Bahkan ketika Nabi ﷺ mendengar kabar bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan dibalas shalawat oleh Allah Ta'ala , beliau sampai bersujud syukur kepada Allah Ta'ala.
Kedua, kisah ini mengajarkan bahwa mensyukuri nikmat adalah ibadah yang agung. Nabi ﷺ sendiri mencontohkan dengan melakukan sujud syukur ketika mendapatkan kabar gembira.
Ketiga, bagi kaum muslimin yang berziarah ke Madinah, tempat-tempat seperti ini mengingatkan bahwa kota ini bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi tempat yang pernah dipenuhi wahyu, doa, dan ibadah Rasulullah ﷺ.
Penutup
Masjid As-Sajdah mungkin tidak sebesar Masjid Nabawi dan tidak seramai tempat lain di Madinah. Namun di tempat sederhana inilah Rasulullah ﷺ pernah bersujud lama karena gembira dengan kabar dari Allah Ta'ala.
Kisah ini seakan mengingatkan kita:
shalawat kepada Nabi ﷺ adalah amalan yang ringan di lisan, tetapi sangat besar nilainya di sisi Allah.
Maka setiap kali seorang muslim mengucapkan:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
sebenarnya ia sedang mendapatkan balasan yang sangat agung, yaitu shalawat dari Allah Ta.
Link google maps: https://maps.app.goo.gl/MfxVgHu2dAMk54GXA
Sumber:
