Mujamma’ Malik Fahad
Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....
Ketika jamaah umrah berada di Madinah, biasanya agenda ziarah tidak hanya terbatas pada masjid dan tempat bersejarah. Banyak rombongan juga diajak mengunjungi Mujamma’ Malik Fahad (King Fahd Complex for the Printing of the Holy Qur'an), sebuah kompleks percetakan yang dikenal sebagai percetakan mushaf Al-Qur’an terbesar di dunia.
Kunjungan ke tempat ini sering menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi jamaah. Bayangkan, di kota Nabi inilah jutaan mushaf Al-Qur’an dicetak setiap tahun, kemudian dikirim ke berbagai negara agar kaum Muslimin di seluruh dunia dapat membaca kitab suci mereka.
Biasanya rombongan jamaah datang setelah ziarah kota Madinah, seperti mengunjungi Masjid Quba, Masjid Qiblatain, atau kawasan sekitar Masjid Nabawi. Dari sana perjalanan dilanjutkan menuju kompleks percetakan yang berjarak sekitar 10 –11 kilometer dari Masjid Nabawi.
Sejarah Singkat Berdirinya Percetakan Mushaf Madinah
Kompleks ini didirikan sebagai jawaban atas kebutuhan dunia Islam terhadap mushaf Al-Qur’an yang shahih dan mudah diakses. Pembangunan dimulai pada awal tahun 1980-an ketika Fahd bin Abdulaziz Al Saud meletakkan batu pertama proyek tersebut.
Kompleks ini kemudian mulai beroperasi sekitar tahun 1984. Sejak saat itu, percetakan ini berkembang menjadi pusat pelayanan Al-Qur’an yang sangat besar, dengan teknologi percetakan modern dan sistem pengawasan yang sangat ketat.
Jadwal Kunjungan bagi Jamaah
Kompleks percetakan ini terbuka untuk umum, termasuk jamaah umrah yang ingin melihat langsung proses pencetakan mushaf. Namun kunjungan diatur dalam jadwal tertentu agar kegiatan produksi tetap berjalan dengan tertib.
Secara umum jadwal kunjungan adalah sebagai berikut:
Ahad – Kamis
Jumat
Sabtu
(jadwal bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan dari percetakan)
Karena banyaknya pengunjung, setiap rombongan biasanya dibatasi sekitar 15–20 orang dengan durasi kunjungan kurang lebih 15 menit.
Proses Kunjungan Jamaah
Sesampainya di kompleks, jamaah biasanya turun dari bus dan diarahkan menuju jalur pengunjung. Petunjuk arah tersedia dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Sebelum masuk, pengunjung biasanya diminta untuk:
Dari lantai khusus pengunjung, jamaah dapat menyaksikan langsung bagaimana mesin percetakan bekerja mencetak lembar demi lembar mushaf Al-Qur’an.
Menariknya, setiap mushaf tidak hanya diperiksa oleh teknisi, tetapi juga oleh para ulama dan penghafal Al-Qur’an yang memastikan tidak ada kesalahan sedikit pun pada teks Al-Qur’an.
Kapasitas Produksi yang Sangat Besar
Percetakan ini beroperasi hampir 24 jam setiap hari dengan dukungan mesin percetakan modern serta ratusan tenaga ahli.
Beberapa fakta penting tentang produksinya:
Mushaf yang dicetak di sini kemudian didistribusikan ke puluhan negara di berbagai benua.
Produk yang Dihasilkan
Selain mushaf Al-Qur’an standar, kompleks ini juga menghasilkan berbagai produk lainnya, antara lain:
- Mushaf Al-Qur’an
- Terjemahan Al-Qur’an
Terjemahan Al-Qur’an diterbitkan dalam puluhan bahasa, termasuk:
- Produk Digital
Toko Mushaf dan Oleh-Oleh
Di area kompleks terdapat toko yang menjual berbagai jenis mushaf Al-Qur’an. Banyak jamaah memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli mushaf sebagai oleh-oleh.
Beberapa harga yang sering dijumpai:
(harga bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan percetakan)
Harga tersebut biasanya lebih murah dibandingkan toko di sekitar Masjid Nabawi.
Selain membeli, banyak jamaah juga mendapatkan satu mushaf Al-Qur’an gratis sebagai hadiah kunjungan.
Kompleks Luas dengan Banyak Fasilitas
Percetakan mushaf ini berdiri di atas lahan sekitar 250.000 meter persegi. Kawasan ini tidak hanya berisi pabrik percetakan, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung, seperti:
Dengan fasilitas tersebut, kompleks ini bukan hanya pabrik percetakan, tetapi juga pusat kajian dan pelayanan Al-Qur’an.
Pesan bagi Jamaah
Mengunjungi percetakan mushaf di Madinah bukan sekadar wisata melihat mesin percetakan. Di tempat ini kita menyadari betapa besar usaha yang dilakukan untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an.
Ada para ulama, penghafal Al-Qur’an, teknisi, dan banyak pihak yang bekerja dengan penuh amanah agar setiap huruf Al-Qur’an yang sampai ke tangan umat Islam tetap terjaga dengan sempurna.
Karena itu ketika kita pulang dari Madinah sambil membawa mushaf Al-Qur’an, hendaknya mushaf tersebut tidak hanya menjadi kenang-kenangan perjalanan. Jadikan ia sebagai pengingat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an: membacanya, mempelajarinya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab kemuliaan Al-Qur’an bukan hanya pada cetakannya yang indah, tetapi pada hati yang hidup karena membacanya.
Link googlemaps: https://maps.app.goo.gl/e172VNSgJ3sgcsD2A
Sumber: https://qurancomplex.gov.sa/
Oleh: Abu Haneen, Lc
Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc
