Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan

Kategori : Umrah, Lokasi, Ditulis pada : 24 Mei 2026, 18:29:52

Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....

 

Setiap kali Ramadhan datang, hati kaum muslimin terasa berbeda. Iman lebih hidup, doa lebih panjang, air mata lebih mudah jatuh. Di bulan inilah Allah membuka pintu-pintu rahmat-Nya selebar-lebarnya.

Di antara amal besar yang memiliki keutamaan khusus di bulan ini adalah umrah. Bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, tetapi ibadah yang Nabi sendiri jelaskan kemuliaannya.

 
 

Dalil Utama Keutamaan Umrah Ramadhan

Dari Abdullah bin Abbas رضي الله عنه dia berkata:

لَمَّا رَجَعَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ مِن حَجَّتِهِ قالَ لِأُمِّ سِنَانٍ الأنْصَارِيَّةِ: ما مَنَعَكِ مِنَ الحَجِّ؟ قالَتْ: أبو فُلَانٍ -تَعْنِي زَوْجَهَا- كانَ له نَاضِحَانِ، حَجَّ علَى أحَدِهِمَا، والآخَرُ يَسْقِي أرْضًا لَنَا. قالَ: فإنَّ عُمْرَةً في رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً -أوْ حَجَّةً مَعِي-

Bahwa ketika Nabi kembali dari hajinya, beliau berkata kepada Ummu Sinan Al-Anshariyah:

“Apa yang menghalangimu untuk berhaji?”

Ia menjawab:
“Abu Fulan — maksudnya suamiku — memiliki dua ekor unta (nadih). Ia berhaji dengan salah satunya, sedangkan yang lainnya digunakan untuk mengairi kebun kami.”

Maka beliau bersabda:

“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji.”
Atau beliau bersabda: “(Menyamai) haji bersamaku.”

(HR. Bukhari no. 1863, Muslim no. 1256 dengan sedikit perbedaan lafaz)

Status hadits: Shahih

Perhatikan kalimatnya! Bukan sekadar berpahala besar. Tapi setara haji. Bahkan dalam sebagian riwayat: bersama Nabi . Ini menunjukkan betapa tinggi nilainya di sisi Allah.

 
 

Apa Maksud “Setara Haji”?

Di sinilah kita perlu lurus dalam memahami.

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah setara dalam pahala, bukan menggugurkan kewajiban haji.

Para ulama menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya pahala, tetapi tidak berarti seseorang tidak wajib berhaji jika ia mampu.

Jadi:

Umrah Ramadhan tidak menggantikan haji wajib.
Namun pahalanya sangat besar, sampai disetarakan dengan haji.

Ini bentuk dorongan luar biasa dari Nabi agar umatnya memanfaatkan Ramadhan.

 
 

Mengapa Pahalanya Begitu Besar?

Para ulama menjelaskan bahwa pahala amal itu bertambah karena beberapa sebab.

1. Kemuliaan Waktu

Ramadhan adalah bulan terbaik dalam setahun.

Nabi bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

“Jika Ramadhan datang, dibukalah pintu-pintu surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika shalat, sedekah, dan dzikir dilipatgandakan di bulan ini, maka bagaimana dengan umrah yang memang sudah ibadah besar?

2. Kemuliaan Tempat

Umrah dilakukan di Makkah, di sekitar Ka’bah, di Masjidil Haram. Satu shalat saja di sana dilipatgandakan minimal seratus ribu kali lipat. Maka ibadah lain tentu memiliki keutamaan besar.

Artinya, umrah Ramadhan menggabungkan dua kemuliaan sekaligus:

Waktu paling mulia
Tempat paling mulia
 
3. Berkumpulnya Banyak Ibadah

Orang yang berumrah di Ramadhan tidak hanya melakukan thawaf dan sa’i.

Ia juga:

Berpuasa
Qiyam Ramadhan
Dzikir dan tilawah
I’tikaf

Inilah sebab pahala menjadi luar biasa.

 
 

Pelajaran dari Kisah Ummu Sinan

Ketika Nabi pulang dari haji, beliau bertanya kepada seorang shahabiyah, Ummu Sinan, mengapa ia tidak berhaji. Karena keterbatasan kendaraan, ia tidak mampu berangkat.

Maka Nabi menghiburnya dengan sabda beliau bahwa umrah di Ramadhan setara dengan haji.

Perhatikan di sini kelembutan Nabi . Beliau tidak hanya menyampaikan hukum, tetapi juga memberi solusi dan harapan.

 
 

Pesan untuk Jamaah Umrah Ramadhan

Jika Allah memberi Anda kesempatan berumrah di bulan ini, ketahuilah:

- Tidak semua orang dipanggil.
- Tidak semua orang mampu.
- Tidak semua orang diberi waktu.

Karena itu:

Jaga niat.
Perbanyak taubat.
Kurangi sibuk dengan kamera atau hal yang melalaikan.
Hindari menyakiti jamaah lain.
Jadikan umrah ini titik balik hidup.

Karena pahala besar bukan hanya dari gerakan fisik, tetapi dari hati yang tunduk dan ikhlas.

 
 

Penutup

Umrah di bulan Ramadhan adalah kesempatan emas. Ia bukan sekadar perjalanan aktivitas fisik biasa, tetapi momentum perubahan menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Kita berharap umrah yang kita lakukan dapat:

Menghapus dosa-dosa yang lalu,
Menguatkan iman,
Menghidupkan hati,
Menjadi sebab Allah memudahkan kita menuju haji yang mabrur.

Kita berdoa agar Allah Ta'ala menerima amal kita, mengampuni kekurangan kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang kembali dari Tanah Haram dengan hati yang lebih bersih daripada saat kita berangkat.

اللهم تقبل منا، واغفر لنا، وارزقنا عمرة مقبولة وحجا مبرورا

Aamiin.

 

Sumber:

 
 
 
 
 
 
Oleh: Abu Haneen, Lc
Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc 
Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id