Masjid Tujuh (The Seven Mosques)

Kategori : Umrah, Lokasi, Ditulis pada : 17 Mei 2026, 08:32:40

 

Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ...

 

Ketika jamaah umrah berziarah ke Madinah, biasanya selain mengunjungi Masjid Nabawi, mereka juga diajak menelusuri beberapa tempat bersejarah yang menjadi saksi perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya. Di antara tempat yang sering dikunjungi adalah kawasan al-Masajid al-Sab‘ah (Masjid Tujuh).

Masjid-masjid yang tujuh ini bukanlah bangunan besar dan megah. Sebaliknya, kebanyakan berupa masjid kecil yang berdiri di sebuah kawasan bersejarah di dekat Jabal Sila'. Namun di balik kesederhanaannya, tempat ini menyimpan kisah besar tentang kesabaran, strategi, dan pertolongan Allah Ta'ala kepada kaum muslimin pada masa awal Islam.

Tempat ini berkaitan erat dengan peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Perang Khandaq atau yang juga dikenal dengan Perang Ahzab.

 
 

Sejarah Singkat Masjid-masjid Tujuh

Pada tahun 5 Hijriyah, kaum musyrikin Quraisy bersama berbagai kabilah Arab bersekutu untuk menyerang Madinah dan menghancurkan kaum muslimin. Jumlah pasukan mereka sangat besar sehingga peristiwa ini dikenal dengan nama Ahzab (pasukan sekutu).

Dalam situasi genting itu, sahabat Nabi , yaitu Salman al-Farisi, mengusulkan strategi yang belum dikenal di Jazirah Arab: menggali parit besar sebagai benteng di sekitar Madinah untuk menghalangi pasukan musuh.

Strategi ini diterima oleh Rasulullah dan kaum muslimin pun menggali parit tersebut dengan penuh kesabaran.

Allah Ta'ala mengabadikan peristiwa ini dalam Al-Qur’an:

إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ

“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan menjadi goncang dan hati naik sampai ke tenggorokan.”
(QS. Al-Ahzab: 10)

Dalam kondisi yang sangat sulit itu, Rasulullah dan para sahabat terus berdoa dan bersabar hingga akhirnya Allah menurunkan pertolongan-Nya dengan angin kencang yang memporak-porandakan pasukan musuh.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا

“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika datang kepadamu bala tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat.”
(QS. Al-Ahzab: 9)

Di sekitar lokasi parit inilah kemudian berdiri beberapa masjid kecil yang menandai tempat-tempat strategis dalam peperangan tersebut. Masjid-masjid itulah yang kini dikenal dengan nama Masjid Tujuh (المساجد السبعة).

 
 

Mengapa Disebut Masjid Tujuh?

Menariknya, jumlah masjid di kawasan ini sebenarnya hanya enam, bukan tujuh. Namun masyarakat menyebutnya al-Masajid al-Sab‘ah (Tujuh Masjid) karena para peziarah biasanya sekaligus mengunjungi Masjid Qiblatain yang berada sekitar satu kilometer dari lokasi tersebut.

Akhirnya keseluruhan perjalanan ziarah ini dikenal dengan istilah “ziarah tujuh masjid.”

Masjid-masjid ini pertama kali dibangun pada masa gubernur Madinah dari Bani Umayyah, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Kemudian beberapa kali direnovasi, termasuk pada masa Kesultanan Utsmani di era Abdulmejid I.

 
 

Masjid-masjid di Kawasan Masjid Tujuh

 

1. Masjid Al-Fath (Masjid Ahzab)

Masjid terbesar di kawasan ini adalah Masjid Al-Fath.

Masjid ini berdiri di atas sebuah bukit kecil di lereng barat Jabal Sila’. Menurut riwayat, di tempat inilah Rasulullah bermunajat dan berdoa ketika Perang Ahzab berlangsung.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi berdoa di tempat ini selama beberapa hari hingga Allah Ta'ala memberikan kemenangan kepada kaum muslimin.

Nama Al-Fath (kemenangan) pun dinisbatkan kepada peristiwa tersebut.

2. Masjid Salman Al-Farisi

Tidak jauh dari Masjid Al-Fath berdiri Masjid Salman al-Farisi.

Masjid ini dinisbatkan kepada sahabat besar Salman Al-Farisi رضي الله عنه, yang dikenal sebagai pengusul ide penggalian parit (khandaq) sebagai strategi pertahanan Madinah.

Ide tersebut terbukti sangat efektif dan menjadi faktor penting dalam keselamatan kaum muslimin saat itu.

3. Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq

Masjid ini dinamai dengan nama khalifah pertama Islam, yaitu Abu Bakr al-Siddiq رضي الله عنه.

Letaknya tidak jauh dari Masjid Salman dan dahulu menjadi salah satu titik penjagaan para sahabat saat perang berlangsung.

4. Masjid Umar bin Khattab

Masjid berikutnya adalah Masjid Umar bin Khattab yang dinisbatkan kepada khalifah kedua Islam, Umar ibn al-Khattab رضي الله عنه.

Bangunannya sederhana namun menyimpan nilai sejarah besar, karena di sekitar tempat inilah para sahabat berjaga melindungi kota Madinah.

5. Masjid Ali bin Abi Thalib

Masjid ini dikaitkan dengan sahabat sekaligus sepupu Nabi , yaitu Ali ibn Abi Talib.

Diriwayatkan bahwa di kawasan ini terjadi duel terkenal antara Ali رضي الله عنه dan salah satu tokoh musyrikin yang berhasil melompati parit.

6. Masjid Fatimah Az-Zahra

Masjid ini adalah yang paling kecil di antara semuanya dan sering disebut juga Masjid Sa‘d bin Mu‘adz.

Ukuran bangunannya hanya sekitar 4 × 3 meter, namun tetap menjadi bagian dari jejak sejarah perjuangan kaum muslimin di Madinah.

 
 

Ibrah bagi Jamaah Umrah

Ziarah ke kawasan Masjid-masjid Tujuh bukan sekadar melihat bangunan bersejarah. Lebih dari itu, tempat ini mengingatkan kita pada keteguhan iman para sahabat ketika menghadapi ujian yang sangat berat.

Allah menggambarkan sikap orang beriman ketika menghadapi pasukan Ahzab:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُولُهُ

“Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.”
(QS. Al-Ahzab: 22)

Ayat ini menunjukkan bahwa ujian tidak melemahkan iman mereka, justru menguatkannya.

 
 

Penutup

Masjid-masjid Tujuh mungkin tampak sederhana dari segi bangunan. Namun nilai sejarah dan pelajaran yang terkandung di dalamnya sangatlah besar.

Di tempat inilah kita diingatkan tentang kesabaran Rasulullah , kecerdasan strategi para sahabat, dan pertolongan Allah yang datang pada saat yang paling dibutuhkan.

Bagi jamaah umrah yang berziarah ke tempat ini, semoga perjalanan tersebut tidak hanya menjadi wisata sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya iman, kesabaran, dan tawakkal kepada Allah Ta'ala sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya di kota suci Madinah.

 

Sumber: https://saudipedia.com/المساجد-السبعة 

 

 

Oleh: Abu Haneen, Lc

Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id