Masjid Sayyid asy-Syuhada

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 12 Mei 2026, 05:59:57

 

Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rosulillah, amma ba’du ...

Ketika jamaah umroh berkunjung ke kawasan Jabal Uhud di kota Madinah, biasanya mereka akan melihat sebuah masjid besar yang berdiri megah di dekat pemakaman para syuhada uhud. Masjid itu dikenal dengan nama Masjid Sayyid asy-Syuhada.

Masjid ini bukan sekadar bangunan baru yang indah. Ia berdiri di kawasan yang sarat sejarah, tempat kaum muslimin mengenang peristiwa besar dalam Islam yaitu Perang Uhud. Di sinilah gugur 70 sahabat Nabi yang mempertahankan agama ini dengan darah dan jiwa mereka.

Bagi jamaah yang berziarah ke Uhud, keberadaan masjid ini menjadi tempat untuk beribadah sekaligus merenungkan perjuangan generasi terbaik umat ini.

 

 

Lokasi Masjid yang Sarat Sejarah

Masjid Sayyid asy-Syuhada terletak sekitar 3 kilometer di sebelah utara Al-Masjid an-Nabawi. Ia berada di kawasan Uhud, tepat di dekat pemakaman para syuhada Uhud.

Di hadapan masjid terdapat Jabal 'Ainain atau disebut juga Jabal ar-Rumah, yaitu bukit kecil tempat Rasulullah menempatkan para pemanah dalam perang Uhud. Dari bukit ini kita bisa melihat medan perang dan kawasan pemakaman para syuhada.

Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur modern dan diresmikan pada tahun 2017 M. Luasnya mencapai lebih dari 54.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 15.000 jamaah, menjadikannya salah satu masjid terbesar di Madinah setelah Masjid Nabawi.

 

 

Mengapa Disebut Masjid Sayyid asy-Syuhada?

Nama masjid ini diambil dari salah satu sahabat agung Nabi yaitu Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Rasulullah yang gugur dalam Perang Uhud.

Beliau dikenal dengan gelar “Sayyid asy-Syuhada” (penghulu para syuhada) karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela Islam.

Nabi bersabda:

سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ

“Pemimpin para syuhada adalah Hamzah.”
(HR. al-Hakim dan dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Beliau dimakamkan di kawasan Uhud bersama sekitar 70 sahabat Nabi yang gugur dalam perang tersebut.

 
 

Kisah Singkat Perang Uhud

Peristiwa Perang Uhud terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah ketika kaum Quraisy datang menyerang Madinah untuk membalas kekalahan mereka pada Perang Badar.

Pada awalnya kaum muslimin hampir memenangkan pertempuran. Namun sebagian pasukan pemanah meninggalkan posisi mereka karena mengira perang telah selesai. Akibatnya pasukan Quraisy menyerang balik dan keadaan pun berubah.

Allah mengabadikan peristiwa ini di dalam Al-Qur’an:

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ

“Sungguh Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya, sampai ketika kalian lemah dan berselisih dalam urusan itu serta kalian bermaksiat setelah Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian sukai.”
(QS. Ali ‘Imran: 152)

Dalam peristiwa itu gugur sekitar 70 sahabat Nabi ﷺ sebagai syuhada.

 
 

Ziarah Rasulullah ke Makam Syuhada Uhud

Rasulullah sendiri sering berziarah ke makam para syuhada Uhud dan mendoakan mereka.

Ibnu Syabbah meriwayatkan dari ‘Abbād bin Abī Ṣāliḥ bahwa Rasulullah biasa mendatangi kuburan para syuhada di Uhud setiap tahun.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْتِي قُبُورَ شُهَدَاءِ أُحُدٍ فَيَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“Nabi biasa mendatangi kuburan para syuhada Uhud lalu mengucapkan:
‘Keselamatan atas kalian karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.’
(HR. al-Baihaqi, juga dari riwayat Abdurrazzaq dan ath-Thobary)

Karena itu para ulama menjelaskan bahwa ziarah ke makam syuhada Uhud untuk mengambil pelajaran dan mendoakan mereka adalah perkara yang dianjurkan.

 
 

Pelajaran dari Ziarah ke Uhud

Berziarah ke kawasan Uhud dan Masjid Sayyid asy-Syuhada bukan hanya wisata sejarah. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil.

Pengorbanan besar para sahabat

Islam yang kita nikmati hari ini tidak datang dengan mudah. Ia ditegakkan dengan darah dan pengorbanan para sahabat.

Bahaya tidak menaati perintah Rasulullah

Kekalahan di Uhud terjadi karena sebagian pasukan tidak mematuhi perintah Nabi . Ini menjadi pelajaran bahwa kemenangan umat sangat bergantung pada ketaatan kepada syariat.

Kesabaran dalam menghadapi ujian

Allah menyebut para syuhada Uhud sebagai orang-orang yang sabar dan beriman.

Mengingat kematian dan akhirat

Melihat makam para sahabat mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia sangat singkat, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan yang sebenarnya.

 
 

Penutup

Masjid Sayyid asy-Syuhada bukan hanya sebuah masjid modern di kota Madinah. Ia berdiri di kawasan yang menjadi saksi pengorbanan besar para sahabat Nabi dalam peristiwa Perang Uhud.

Ketika jamaah umroh datang ke tempat ini, hendaknya mereka tidak hanya mengambil foto atau sekadar melihat sejarah. Jadikanlah kunjungan ini sebagai momen muhasabah: mengingat perjuangan para sahabat, meneladani keberanian mereka, serta memperbarui tekad untuk tetap istiqamah di atas agama Allah.

Karena sejatinya, kemuliaan umat ini akan kembali apabila umat ini kembali kepada iman, ketaatan, dan pengorbanan sebagaimana generasi para sahabat رضي الله عنهم.


Sumber: https://www.visitsaudi.com/ar/madinah/attractions/uhud-martyrs-square-madinah

 

Oleh: Abu Haneen, Lc

Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id