SUJUD TILAWAH

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 28 Desember 2025, 19:08:33

 

Bismillah, alhamdulilah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....

Sujud tilawah adalah ibadah sunnah yang disyariatkan ketika seorang muslim membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Para ulama sepakat bahwa sunnah ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah Ta'ala dan pengamalan terhadap petunjuk wahyu.

Meski hukumnya sunnah dan bukan wajib sebagaimana ditunjukkan oleh dalil-dalil shahih dan praktik Nabi ﷺ yang terkadang sujud dan terkadang meninggalkannya, tetap saja banyak perincian fikih yang perlu dipahami agar seorang muslim tidak keliru dalam pelaksanaannya, baik ketika ia sedang shalat maupun di luar shalat.

Tulisan ini berupaya menyajikan pembahasan ilmiah yang jelas dan terarah, berdasarkan dalil-dalil yang shahih, penjelasan para ulama terdahulu, serta fatwa ulama kontemporer seperti Syaikh Ibn Bāz rahimahullah. Bahasa dibuat mudah dipahami, namun tetap berpegang pada manhaj Ahlus Sunnah dalam ketelitian dan kejelasan. Berikut penjelasan rincinya.

 

Definisi Dan Hakikat Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang disyariatkan untuk bersujud.

Secara istilah, para ulama mendefinisikannya:

السُّجُودُ عِنْدَ تِلَاوَةِ آيَةِ السَّجْدَةِ مِنَ الْقُرْآنِ

“Sujud yang dilakukan ketika membaca ayat sajdah dari Al-Qur’an.”

(Al-Mawsū‘ah Al-Fiqhiyyah, 24/218)

Ibadah ini bukan shalat, tetapi menyerupai shalat dalam bentuk gerakan sujud dan dzikir-dzikirnya.

 

Dalil Pensyariatan Sujud Tilawah

a. Al-Qur’an

Firman Allah Ta’ala:

 وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ 

 “Dan apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka (orang kafir), mereka tidak bersujud.” (QS. Al-Insyiqāq: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa kaum beriman bersujud saat mendengar ayat sajdah.

Firman-Nya:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَاۤ ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُ الرَّحْمٰنِ خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, dari para nabi keturunan Adam, dari orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh, dari keturunan Ibrahim dan Israil, serta dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan Kami pilih. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka segera tersungkur sujud dan menangis.” (QS. Maryam: 58)

Ayat ini juga menunjukkan dalil kesunnahan sujud ketika mendengar ayat-ayat sajdah.

b. Hadits Nabi

  • Hadits Ibnu ‘Umar:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ عَلَيْنَا السُّورَةَ، فَإِذَا مَرَّ بِالسَّجْدَةِ كَبَّرَ وَسَجَدَ، وَسَجَدْنَا مَعَهُ

“Nabi ﷺ membaca (Al-Qur’an) kepada kami. Ketika beliau melewati ayat sajdah, beliau bertakbir lalu sujud, dan kami sujud bersama beliau.”

(HR. Abu Dawud no. 1410)

  • Hadits Zaid bin Tsabit:

قَرَأَ النَّبِيُّ ﷺ النَّجْمَ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا

“Nabi ﷺ membaca Surah An-Najm, namun beliau tidak bersujud.”

(HR. Bukhari no. 1073)

Hadits ini menunjukkan bahwa sujud tilawah tidak wajib, karena Nabi terkadang sujud dan terkadang tidak.

c. Atsar Sahabat

Dari Umar bin Al-Khaththab ketika berkhutbah:

إِنَّ اللهَ لَمْ يَفْرِضِ السُّجُودَ إِلَّا أَنْ نَشَاءَ

“Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan kita sujud, kecuali jika kita menghendakinya.”

(HR. Bukhari no. 1077)

Ini adalah dalil paling kuat atas kesunnahan sujud tilawah.

 

Hukum Sujud Tilawah

Para ulama sepakat bahwa sujud tilawah adalah sunnah; bukan wajib. Namun statusnya sunnah muakkadah (yang ditekankan), terutama bagi yang membaca Al-Qur’an dengan tadabbur.

 

Syarat Dan Adab Sujud Tilawah

1. Jumhur ulama:

Sujud tilawah seperti shalat, sehingga disyaratkan:

  • suci dari hadats,
  • menutup aurat,
  • menghadap kiblat.

Ibnu Qudamah رحمه الله berkata dalam al-Mughnī:

“Syarat-syaratnya (sujud tilawah) adalah suci dari hadats, menghadap kiblat, dan seluruh syarat shalat lainnya. Demikian pula hukumnya menurut para ulama Malikiyah, sebagaimana ditegaskan oleh Khālid (Ibnu Abī Zayd al-Qayrawānī) dalam Mukhtasharnya dan dijelaskan dalam syarah-syarahnya.”

2. Pendapat Syaikh Ibn Bāz dan sebagian salaf:

Sujud tilawah boleh tanpa wudhu, karena ia bukan shalat.

Dalilnya adalah hadits Zaid bin Tsabit: Nabi ﷺ membaca surat dan tidak sujud, ini menunjukkan kelonggaran.

Takbir dan salam

  • Di dalam shalat: bertakbir ketika turun sujud, dan kembali berdiri tanpa salam.
  • Di luar shalat: jumhur mensyariatkan takbir saat turun, dan tidak ada salam setelah sujud.

 

Ayat-Ayat Sajdah Dalam Al-Qur’an

Jumlah ayat sajdah menurut mayoritas ulama: 14 ayat, sedangkan menurut riwayat lain: 15 ayat.

  1. إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُون۝٢٠٦ الأعراف
  2. وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۝١٥ (سورة الرعد)
  3. وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۝٤٩ يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۝٥٠ (سورة النحل)
  4. قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا ۝١٠٧ وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا ۝١٠٨ وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۝١٠٩ (سورة الإسراء)
  5. أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۝٥٨ (سورة مريم)
  6. أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ ۝١٨ (سورة الحج)
  7. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۝٧٧ (سورة الحج)
  8. وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا ۝٦٠ (سورة الفرقان)
  9. أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ۝٢٥ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ۝٢٦ (سورة النمل)
  10. إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۝١٥ (سورة السجدة)
  11. قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَى نِعَاجِهِ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ وَظَنَّ دَاوُدُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۝٢٤ (سورة ص)
  12. وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ۝٣٧ فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۝٣٨ (سورة فصلت)
  13. فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۝٦٢ (سورة النجم)
  14. وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ ۝٢١ (سورة الإنشقاق)
  15. كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۝١٩ (سورة العلق)

 

Dzikir Dan Doa Saat Sujud Tilawah

Nabi ﷺ mengajarkan beberapa doa saat sujud tilawah:

1. Doa Utama dari hadits Muslim

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

“Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatannya dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya.”

(HR. Muslim no. 1290)

2. Tambahan dari Al-Hakim

فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

“Maha Berkah Allah, sebaik-baik Pencipta.”

3. Dzikir seperti sujud biasa

Dibolehkan membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى

“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”

 

Praktik Sujud Tilawah Dalam Shalat Dan Di Luar Shalat

a. Dalam Shalat

  • Jika imam membaca ayat sajdah, ia bertakbir lalu sujud.
  • Makmum ikut sujud bersamanya.
  • Kemudian bangkit lagi dengan takbir, tanpa salam.

Jika di rakaat terakhir dan ia ingin ruku’, maka setelah sujud tilawah ia diperbolehkan langsung ruku’, sebagaimana dipahami dari perbuatan sahabat.

b. Di Luar Shalat

  • Cukup satu sujud saja.
  • Boleh dengan wudhu, boleh tanpa wudhu (menurut sebagian ulama).
  • Tidak ada salam.

 

Perbedaan Fikih Yang Umum Terjadi

1. Apakah harus sujud setiap membaca ayat sajdah?

  • Tidak wajib. Berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit.

2. Harus bertakbir atau tidak?

  • Jumhur: Takbir ketika turun sujud.
  • Maliki: Tidak wajib.

3. Haruskah sujud setiap mendengar ayat?

  • Menurut mayoritas ulama: disunnahkan, tidak wajib.

 

Kesimpulan 

  • Sujud tilawah adalah ibadah sunnah muakkadah, berdasarkan dalil shahih dari Nabi ﷺ dan praktik para sahabat.
  • Ia dilakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah.
  • Di dalam shalat, dilakukan dengan takbir. Di luar shalat, tidak ada salam.
  • Bacaan sujud tilawah mengikuti dzikir-dzikir sujud, dan doa khusus yang diajarkan Nabi ﷺ sangat dianjurkan.
  • Perbedaan ulama dalam masalah syarat wudhu adalah wajar; masing-masing didukung dalil dan metodologi.
  • Menghidupkan sujud tilawah adalah bentuk tadabbur dan pengagungan terhadap Al-Qur’an.

 

Penutup 

Sujud tilawah adalah bukti bahwa hati kita masih hidup ketika bersentuhan dengan firman Allah Ta'ala. Ibadah ini sederhana, tidak memerlukan waktu panjang, tetapi memiliki pengaruh mendalam terhadap kekhusyukan dan kedekatan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Ketika seorang muslim membaca ayat sajdah lalu ia bersujud, ia pada hakikatnya sedang berkata kepada Allah:

“Ya Rabb, Engkau memanggilku, dan aku menjawab-Mu.”

Semoga Allah menjadikan Al-Qur’an cahaya dalam dada kita, penghapus kesalahan kita, dan pemberat timbangan amal kita.

Dan semoga sujud-sujud tilawah kita menjadi saksi ketaatan pada hari kita kembali kepada-Nya, aamiin.

Wallahu a’lam bis showab ....

 

 

Sumber: 

Fatwa Syaikh Bin Baz: binbaz.org.sa/fatwas/15300/احكام-سجود-التلاوة

binbaz.org.sa/fatwas/7452/ما-يقال-في-سجود-التلاوة

islamweb.net/ar/fatwa/2769/صفة-سجدة-التلاوة-

وما-يقال-فيها-من-دعاء

 

 

 

Oleh: Abu Haneen 

Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc 

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id