Masjid Bani Unayf
Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rosulillah, amma ba’du ...
Ketika melangkah ke bumi al-Madinah al-Munawwarah, setiap sudut kota ini menyimpan kisah Nabi ﷺ dan para sahabatnya. Salah satu tempat yang jarang diketahui tetapi penuh makna adalah Masjid Bani Unayf. Masjid ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi saksi sejarah yang mengingatkan kita pada perhatian Nabi ﷺ kepada sahabat-sahabatnya, termasuk yang masih muda.
Bagi jamaah umrah, mengunjungi masjid ini adalah peluang untuk merenungkan kasih sayang dan kepedulian Nabi ﷺ, serta belajar bagaimana beliau memerhatikan setiap anggota umatnya, besar maupun kecil.
Sejarah dan Lokasi Masjid
Masjid ini dikenal dengan beberapa nama: Masjid Bani Unayf dan sebagian orang menyebutnya Masjid Mushabbih. Nama Bani Unayf berasal dari perkampungan Bani Unayf, sekutu Bani ‘Amr bin ‘Auf dari suku Aus, yang tinggal di wilayah antara Bani ‘Amr bin ‘Auf di Quba dan al-‘Ushbah.
Masjid ini terletak di barat daya Masjid Quba, di sisi kanan bagi jamaah yang datang melalui Jalan Hijrah menuju Madinah. Sebelum direnovasi, masjid ini berupa bangunan kecil tanpa atap, berdinding batu basal, dengan bekas mihrab dan pintu masuk di sisi utara yang masih terlihat hingga kini.
Peristiwa Nabi ﷺ di Masjid Bani Unayf
Disebutkan bahwa Nabi ﷺ sering datang menjenguk Thalhah bin al-Barra’ ketika ia sakit. Ketika Thalhah wafat, Nabi ﷺ datang untuk menyampaikan bela sungkawa.
Dalam kesempatan itu, Nabi ﷺ shalat di tempat yang kemudian menjadi Masjid Bani Anif.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari al-Hushain bahwa Thalhah bin al-Barra’ jatuh sakit, lalu Nabi ﷺ datang menjenguknya. Beliau bersabda:
“Aku melihat bahwa Thalhah tampaknya telah mendekati kematian. Jika ia meninggal, beritahukanlah kepadaku dan segerakan pengurusan jenazahnya, karena tidak pantas jenazah seorang muslim ditahan lama di tengah keluarganya.”
Dalam riwayat lain dari ‘Ashim bin Suwaid dari ayahnya, ia berkata:
“Aku mendengar para sesepuh Bani Anif mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ shalat ketika beliau menjenguk Thalhah bin al-Barra’, dekat dengan benteng mereka.”
‘Ashim berkata: “Ayahku mengatakan bahwa aku melihat mereka menyiram tempat itu (tempat sholat Nabi ﷺ) dengan air dan menjaganya, kemudian setelah itu mereka membangun masjid di sana; itulah yang sekarang dikenal sebagai Masjid Bani Anif di Quba.”
Arsitektur dan Renovasi
Masjid Bani Unayf awalnya sederhana, berdinding batu basal tanpa atap. Pemerintah Arab Saudi kemudian merestorasi masjid pada tahun 1442 H (2020 M), menjaga keaslian bangunan. Renovasi meliputi:
Meski direnovasi, karakter sederhana masjid tetap terjaga, sehingga jamaah bisa merasakan nuansa masjid awal di Madinah.
Hikmah dan Pesan untuk Jamaah Umrah
Mengunjungi Masjid Bani Unayf mengingatkan kita akan beberapa pelajaran penting:
Sebagaimana Allah Ta'ala firmankan dalam Al-Qur’an surat al-bayyinah:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas, menunaikan agama-Nya dengan tulus.”
Kunjungan ke masjid ini mengajak jamaah merenungkan kesederhanaan Nabi ﷺ, kasih sayang beliau, dan meneladani akhlak mulia sahabat.
Penutup
Masjid Bani Unayf bukan sekadar bangunan tua di Madinah. Ia adalah jejak sejarah yang hidup, mengisahkan kunjungan Nabi ﷺ kepada sahabatnya, perhatian beliau kepada umatnya, dan pengabdian masyarakat Madinah menjaga warisan suci.
Bagi jamaah umrah, mengunjungi masjid ini adalah kesempatan untuk menyentuh sejarah, merenungkan teladan, dan menanamkan nilai kasih sayang serta kepedulian dalam kehidupan sehari-hari sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ.
Sumber: https://www.visitsaudi.com/ar/madinah/attractions/bani-unaif-mosque
Oleh: Abu Haneen, Lc
Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc
