Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq

Kategori : Umrah, Lokasi, Ditulis pada : 17 Mei 2026, 10:46:51

 

Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....

 

Di antara keistimewaan kota Madinah adalah banyaknya tempat yang menjadi saksi ibadah Nabi Muhammad . Tidak hanya Masjid Nabawi, tetapi juga berbagai masjid kecil yang menyimpan sejarah besar. Salah satunya adalah Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Masjid ini mungkin tidak sebesar masjid-masjid utama di Madinah, namun ia menyimpan kisah yang sangat berharga: di sinilah Nabi pernah melaksanakan shalatId, dan setelah beliau wafat, khalifah pertama kaum muslimin, Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, juga melaksanakan shalatId di tempat yang sama. Karena peristiwa inilah, tempat tersebut kemudian dikenal dengan nama Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Bagi jamaah umrah yang berziarah ke Madinah, mengenal sejarah masjid ini akan menambah rasa cinta kepada Nabi dan para sahabatnya.

 
 

Lokasi Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq terletak di sebelah barat daya Masjid Nabawi, sekitar 455 meter dari masjid Nabi tersebut. Lokasinya berada di kawasan Al-Manakhah, sebuah daerah yang pada masa dahulu merupakan lapangan luas yang sering digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat Madinah.

Masjid ini juga sangat dekat dengan Masjid Al-Ghamamah, bahkan hanya berjarak sekitar 50 meter saja. Kedua masjid ini berada dalam satu kawasan lapangan yang sama, sehingga jika seseorang mengunjungi salah satunya, biasanya ia juga akan melihat yang lainnya.

Pada masa Nabi , kawasan ini bukan berupa bangunan seperti sekarang. Tempat ini adalah lapangan terbuka yang dijadikan lokasi shalatId dan shalat istisqa (memohon hujan).

 
 

Tempat Shalat ‘Id Nabi

Di masa Rasulullah , shalat ‘Id sering dilaksanakan di tanah lapang di luar masjid, agar seluruh kaum muslimin dapat berkumpul. Salah satu tempat yang digunakan Nabi adalah kawasan Al-Manakhah ini.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi ﷺ melaksanakan shalatId di tempat ini, yang kemudian menjadi salah satu mushallaId Nabi di Madinah.

Setelah Nabi wafat, para sahabat tetap menjaga sunnah tersebut. Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه menjadi khalifah, beliau juga melaksanakan shalatId di tempat yang sama, mengikuti jejak Rasulullah .

Karena peristiwa ini, lokasi tersebut kemudian dikenal dengan nama Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Perlu diketahui bahwa pada masa Abu Bakar sendiri tempat ini belum berupa bangunan masjid, melainkan hanya lokasi shalat di tanah lapang.

 
 

Tempat Shalat Jenazah Ghaib untuk Raja Najasyi

Tempat ini juga memiliki hubungan dengan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu shalat jenazah ghaib untuk Raja Najasyi, penguasa Habasyah (Ethiopia) yang dikenal adil dan melindungi kaum muslimin pada masa awal dakwah Islam.

Raja tersebut adalah Ashama ibn Abjar.

Ketika beliau wafat di Habasyah, Nabi memberitahukan kepada para sahabat tentang kematiannya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah bersabda:

اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ

“Mintalah ampunan untuk saudara kalian.”

Kemudian Nabi keluar menuju tempat shalat, menyusun para sahabat di belakang beliau, lalu menshalati Najasyi dengan empat kali takbir.

Riwayat ini disebutkan dalam kitab Shahih Muslim.

Peristiwa ini menunjukkan betapa besar penghormatan Nabi kepada seorang pemimpin yang adil yang telah membantu kaum muslimin.

 
 

Sejarah Pembangunan Masjid

Bangunan masjid ini diperkirakan pertama kali didirikan pada masa Daulah Umayyah, ketika Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai gubernur Madinah sekitar tahun 87–93 Hijriyah.

Beliau dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan tempat-tempat yang pernah digunakan Nabi untuk beribadah, sehingga banyak lokasi sejarah di Madinah yang kemudian dibangun masjid sebagai penanda.

Bangunan masjid yang ada saat ini berasal dari abad ke-13 Hijriyah. Sepanjang sejarahnya, masjid ini beberapa kali mengalami renovasi dan perbaikan.

Renovasi penting tercatat pada tahun 1254 H, kemudian pada masa modern, pemerintah Arab Saudi melakukan beberapa kali pemeliharaan dan perbaikan, di antaranya:

Tahun 1411 H, pada masa pemerintahan Fahd bin Abdulaziz Al Saud
Tahun 1434 H, pada masa pemerintahan Abdullah bin Abdulaziz Al Saud
Pada masa Salman bin Abdulaziz Al Saud, masjid ini juga dimasukkan dalam proyek pengembangan dan pelestarian situs sejarah Islam di Madinah.

Upaya ini dilakukan agar warisan sejarah Islam tetap terjaga dan dapat dikenal oleh generasi muslim berikutnya.

 
 

Arsitektur Masjid

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq memiliki ukuran yang relatif kecil dibandingkan masjid-masjid besar di Madinah. Luasnya sekitar 78 meter persegi.

Bangunan masjid memiliki sebuah kubah besar sebagai penutup ruang utama. Dinding bagian timur dilapisi batu hitam, sedangkan kubah dan bagian luar bangunan dicat warna putih.

Perpaduan warna putih dan hitam ini memberikan kesan sederhana namun indah. Tampilan tersebut juga serasi dengan bangunan Masjid Al-Ghamamah yang berada sangat dekat dengannya.

Karena letaknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi, masjid ini tidak digunakan untuk shalat Jumat, dan biasanya para pengunjung hanya dapat melihatnya dari luar.

Namun demikian, keberadaannya tetap menjadi pengingat sejarah penting di masa Rasulullah dan para sahabat.

 
 

Penutup: Ziarah yang Menghidupkan Sejarah

Bagi jamaah umrah yang berkunjung ke Madinah, melihat Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq bukan sekadar melihat bangunan tua. Tempat ini mengingatkan kita bahwa setiap sudut Madinah menyimpan jejak ibadah Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.

Di tempat inilah Nabi pernah memimpin shalat ‘Id, dan di tempat yang sama pula Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه mengikuti sunnah beliau ketika memimpin umat Islam.

Ziarah ke tempat-tempat seperti ini seharusnya menumbuhkan satu kesadaran penting: agama ini sampai kepada kita melalui keteladanan Rasulullah dan para sahabatnya. Karena itu, cara terbaik memuliakan sejarah tersebut bukan hanya dengan mengunjunginya, tetapi juga dengan menghidupkan sunnah Nabi ﷺ dalam kehidupan kita sehari-hari.

Semoga Allah Ta'ala memudahkan setiap langkah jamaah umrah yang berziarah ke Madinah, dan menjadikan perjalanan tersebut sebagai perjalanan yang menambah iman, cinta kepada Rasulullah , serta kecintaan kepada para sahabatnya.

 

 

Sumber: https://saudipedia.com/مسجد-أبي-بكر-الصديق-في-المدينة-المنورة

 



 

Oleh: Abu Haneen, Lc

Team Redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc

 

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id