Masjid Ali bin Abi Thalib

Kategori : Umrah, Lokasi, Ditulis pada : 17 Mei 2026, 08:40:28

Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....

 

Ketika jamaah umrah berkunjung ke Madinah, kebanyakan perhatian tertuju pada Masjid Nabawi. Padahal, di sekitar masjid mulia itu terdapat beberapa masjid bersejarah yang menyimpan jejak ibadah Nabi dan para sahabatnya. Salah satunya adalah Masjid Ali bin Abi Thalib.

Masjid ini bukan sekadar bangunan lama. Ia berdiri di kawasan Al-Manakhah, di sekitar tempat yang dahulu dijadikan oleh Nabi sebagai lapangan shalat Id dan istisqa’ (memohon hujan). Dari tempat inilah kita melihat bagaimana para sahabat benar-benar meneladani Nabi ﷺ bahkan sampai memilih tempat shalat yang sama dengan tempat shalat beliau.

Bagi jamaah umrah, mengunjungi masjid ini bukan sekadar wisata sejarah, tetapi juga kesempatan untuk merenungi kecintaan para sahabat kepada sunnah Nabi .

 

Kawasan Mushalla Nabi

Pada masa Nabi , shalat Id tidak dilakukan di dalam masjid, tetapi di lapangan terbuka agar kaum Muslimin bisa berkumpul lebih luas. Kawasan yang digunakan Nabi di Madinah dikenal dengan nama Al-Manakhah.

Dalilnya terdapat dalam hadits shahih:

:عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Nabi keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju mushalla (lapangan shalat).”
HR. Bukhari dan Muslim

Di kawasan mushalla inilah Nabi juga melaksanakan shalat istisqa’ (memohon hujan) ketika Madinah mengalami kekeringan.

Karena tempat ini sering digunakan Nabi , para sahabat sangat memperhatikannya dan berusaha menghidupkan kembali sunnah beliau di lokasi yang sama.

 
 

Mengapa Disebut Masjid Ali?

Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Ali karena berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa para sahabat.

Ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, beliau pernah memimpin shalat Idul Adha bersama kaum Muslimin di tempat tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Utsman ibn Affan sekitar tahun 35 H.

Karena shalat Id pernah dipimpin oleh Ali radhiyallahu‘anhu di lokasi itu, maka kemudian tempat tersebut dikenal sebagai Masjid Ali bin Abi Thalib.

Peristiwa ini menunjukkan satu hal penting:
para sahabat sangat berusaha mengikuti jejak Nabi , bahkan sampai pada tempat-tempat ibadah beliau.

 
 

Dibangun untuk Menjaga Jejak Sunnah

Pada awalnya tempat ini hanyalah lokasi lapangan shalat, bukan bangunan masjid.

Kemudian pada masa Umar ibn Abd al-Aziz, ketika beliau menjadi gubernur Madinah (87–93 H), beliau melakukan langkah yang sangat visioner.

Beliau menelusuri lokasi-lokasi yang pernah digunakan Nabi untuk shalat, lalu membangun masjid di tempat-tempat tersebut agar tidak hilang dari ingatan umat Islam.

Langkah ini membuat banyak mushalla Nabi tetap dikenal hingga hari ini.

Masjid ini kemudian mengalami beberapa renovasi sepanjang sejarah hingga akhirnya dibangun kembali dan diperluas pada masa Fahd bin Abdulaziz Al Saud pada tahun 1411 H. Setelah itu masjid juga dipugar kembali pada masa Abdullah bin Abdulaziz Al Saud dan terus dirawat dalam proyek pelestarian situs sejarah pada masa Salman bin Abdulaziz Al Saud.

 
 

Letak Masjid

Masjid ini berada sangat dekat dengan kawasan Masjid Nabawi. Letaknya:

sekitar 290 meter dari perluasan Masjid Nabawi
di sebelah utara Masjid Al-Ghamamah
sekitar 100 meter dari Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq

Ketiga masjid ini berada di kawasan yang sama, yaitu bekas lapangan mushalla Nabi .

Karena itu jamaah umrah sering mengunjungi ketiganya dalam satu rangkaian ziarah sejarah.

 
 

Arsitektur Masjid

Secara arsitektur, Masjid Ali memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran kira-kira:

Panjang: 31 meter
Lebar: 22 meter

Bangunan masjid terdiri dari:

satu ruang utama (riwaq)
tujuh kubah
kubah utama berada tepat di atas mihrab
halaman terbuka di bagian utara
menara berada di sisi timur

Desainnya mirip dengan dua masjid bersejarah lainnya di kawasan mushalla Nabi .

 
 

Pelajaran bagi Jamaah Umrah

Masjid ini memberikan pelajaran yang sangat berharga.

Para sahabat tidak hanya mencintai Nabi dalam ucapan, tetapi juga meneladani beliau secara nyata.

Mereka:

menjaga tempat ibadah Nabi
mengikuti sunnah beliau
bahkan menghidupkan kembali tempat-tempat yang pernah beliau gunakan untuk beribadah.

Inilah makna firman Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

 

Penutup

Bagi jamaah umrah, mengunjungi Masjid Ali bin Abi Thalib bukan sekadar melihat bangunan bersejarah. Tempat ini adalah saksi kecintaan para sahabat kepada Nabi .

Di lapangan inilah Nabi pernah shalat bersama para sahabat. Di tempat ini pula Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu memimpin shalat Id, melanjutkan sunnah Rasulullah .

Karena itu, ketika melewati kawasan ini saat berada di Madinah, luangkanlah waktu sejenak untuk singgah, shalat dua rakaat, dan merenungkan satu pelajaran besar dari para sahabat:

Mencintai Nabi berarti berusaha mengikuti sunnah beliau semampu kita dengan maksimal.

 

Sumber: https://www.visitsaudi.com/ar/madinah/attractions/ali-ibn-abi-talib-mosque  

 

 

 

Oleh: Abu Haneen, Lc

Team Redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id