Masjid Quba
Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....
Ketika seorang jamaah umrah berkunjung ke Madinah, biasanya yang pertama terlintas adalah Masjid Nabawi. Padahal tidak jauh dari sana, sekitar 3–4 kilometer, ada sebuah masjid yang memiliki sejarah sangat besar dalam perjalanan Islam: Masjid Quba.
Masjid ini bukan sekadar bangunan tua atau situs sejarah. Ia adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ dalam Islam, dibangun dengan tangan beliau sendiri bersama para sahabat ketika tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah.
Karena itulah, ziarah ke Masjid Quba bukan hanya perjalanan wisata religi, tetapi kesempatan untuk menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ yang sangat dianjurkan.
Kisah Berdirinya Masjid Quba
Ketika Rasulullah ﷺ hijrah dari Makkah menuju Madinah, beliau tidak langsung masuk ke pusat kota Madinah. Beliau singgah terlebih dahulu di sebuah perkampungan bernama Quba, yang saat itu dihuni oleh Bani ‘Amr bin ‘Auf.
Di tempat inilah Rasulullah ﷺ tinggal beberapa hari dan membangun sebuah masjid bersama para sahabat. Masjid itulah yang kemudian dikenal dengan Masjid Quba.
Allah Ta'ala bahkan menyebut keutamaan masjid ini dalam Al-Qur’an:
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ
“Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau shalat di dalamnya.”
(QS. At-Taubah: 108)
Banyak ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan Masjid Quba, yaitu masjid yang sejak awal dibangun dengan niat ketakwaan kepada Allah.
Sunnah Rasulullah Mengunjungi Masjid Quba
Masjid Quba memiliki kedudukan khusus karena Rasulullah ﷺ sendiri sering mendatanginya.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ
“Nabi ﷺ biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, terkadang berjalan kaki dan terkadang berkendara, lalu beliau shalat dua rakaat di dalamnya.”
(HR. Al-Bukhari no. 1193 dan Muslim no. 1399)
Hadits ini menunjukkan bahwa mengunjungi Masjid Quba adalah sunnah yang dilakukan langsung oleh Rasulullah ﷺ secara rutin.
Keutamaan Shalat di Masjid Quba
Bukan hanya sekadar mengunjungi, shalat di Masjid Quba juga memiliki keutamaan yang sangat besar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ
“Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah.”
(HR. At-Tirmidzi no. 324, Ibnu Majah no. 1412, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Keutamaannya yaitu shalat dua rakaat di Masjid Quba bernilai pahala seperti umrah.
Karena itu para sahabat dan ulama generasi setelahnya sangat memperhatikan sunnah ini.
Menghidupkan Sunnah Ketika Umrah
Bagi jamaah umrah yang berada di Madinah, mengunjungi Masjid Quba adalah kesempatan besar untuk mengikuti jejak Rasulullah ﷺ.
Cara terbaik melaksanakannya adalah:
Dengan cara ini, seorang jamaah tidak hanya berziarah, tetapi menghidupkan sunnah Nabi ﷺ dan meraih pahala besar.
Penutup
Masjid Quba adalah saksi awal berdirinya masyarakat Islam di Madinah. Di tempat inilah Rasulullah ﷺ bersama para sahabat memulai fondasi peradaban Islam: membangun masjid sebelum membangun yang lainnya.
Bagi jamaah umrah, kunjungan ke Masjid Quba seharusnya tidak hanya menjadi agenda wisata, tetapi menjadi momen untuk meneladani Rasulullah ﷺ.
Datanglah dengan hati yang khusyuk.
Shalatlah dengan penuh harap kepada Allah.
Sumber: https://saudipedia.com/مسجد-قباء2 dengan penyesuaian bahasa
Oleh: Abu Haneen, Lc
Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc
