Keutamaan Meninggal di Madinah
Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....
Ketika jamaah umrah berziarah ke pemakaman Baqi' al-Gharqad di Kota Madinah Al Munawwaroh, sering muncul pertanyaan yang sangat wajar: “apakah orang yang dimakamkan di baqi mendapatkan keutamaan khusus?”
Pertanyaan ini sering ditanyakan karena Baqi’ bukanlah pemakaman biasa. Di tempat inilah dimakamkan banyak sahabat Nabi, keluarga Rasulullah ﷺ, dan generasi terbaik umat Islam. Namun dalam Islam, setiap keyakinan harus dibangun di atas dalil yang shahih, bukan sekadar cerita yang beredar.
Baqi’: Pemakaman Penduduk Madinah Sejak Zaman Nabi
Sejak masa Rasulullah ﷺ, Baqi’ menjadi pemakaman utama penduduk Madinah. Banyak tokoh besar Islam dimakamkan di sana: para sahabat, keluarga Nabi, serta generasi tabi’in.
Namun para ulama menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh tempat ia dimakamkan, tetapi oleh amalnya.
Sahabat Nabi yang mulia, Salman al-Farisi رضي الله عنه berkata:
إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا، وَإِنَّمَا يُقَدِّسُ الْإِنْسَانَ عَمَلُهُ
“Sesungguhnya tanah tidak membuat seseorang menjadi suci atau mulia. Yang memuliakan manusia hanyalah amalnya.” (Al-Muwattho’ no. 2842)
Ucapan ini menjadi kaidah penting dalam Islam: yang menentukan kedudukan seseorang di akhirat adalah amalnya, bukan tempat pemakamannya.
Riwayat Tentang Keutamaan Baqi’
Sebagian ulama seperti Ibn Hajar al-Asqallani menyebutkan sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh: Al-Tabarani dari sahabat wanita: Umm Qais bint Mihsan رضي الله عنها:
:أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِيَدِي حَتَّى أَتَيْنَا الْبَقِيعَ، فَقَالَ
يَا أُمَّ قَيْسٍ، يُبْعَثُ مِنْ هَذِهِ الْمَقْبَرَةِ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Rasulullah ﷺ memegang tanganku hingga kami sampai di Baqi’.
Beliau bersabda: Wahai Ummu Qais, dari pemakaman ini akan dibangkitkan tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab.”
Namun para ulama hadits menjelaskan bahwa status riwayat ini tidak kuat, sehingga tidak bisa dijadikan dalil pasti tentang keutamaan khusus dimakamkan di Baqi’.
Riwayat Lain yang Tidak Shahih
Ada juga riwayat yang berbunyi:
الْحَجُونُ وَالْبَقِيعُ يُؤْخَذَانِ بِأَطْرَافِهِمَا وَيُنْثَرَانِ فِي الْجَنَّةِ
“Pemakaman Al-Hajun dan Baqi’ akan diambil dari sisi-sisinya lalu ditebarkan di surga.”
Namun para ulama hadits seperti; Ibn Hajar al-Asqallani, Al-Sakhawi, Ali al-Qari; menjelaskan bahwa riwayat ini tidak memiliki sanad yang jelas, bahkan sebagian ulama memasukkannya dalam hadits yang tidak shahih.
Dalil Shahih: Keutamaan Wafat di Madinah
Walaupun tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyebut keutamaan dimakamkan di Baqi’, terdapat hadits shahih tentang keutamaan meninggal di Madinah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا
“Barang siapa mampu meninggal di Madinah, maka hendaklah ia meninggal di sana.
Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi orang yang meninggal di sana.”
Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat: Abdullah ibn Umar dalam kitab: Sunan al-Tirmidhi, Sunan Ibn Majah dan dinilai shahih oleh ulama hadits seperti: Muhammad Nasiruddin al-Albani.
Doa Para Sahabat Agar Wafat di Madinah
Dalam Shahih al-Bukhari, sahabat: Umar رضي الله عنه berdoa:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ، وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِكَ ﷺ
“Ya Allah, karuniakanlah kepadaku mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di negeri Rasul-Mu.”
Doa yang sering dibaca oleh Umar bin khattab ini menunjukkan pemahaman para sahabat tentang keutamaan Madinah sebagai kota Nabi.
Mereka berharap dapat meraih dua keutamaan sekaligus: mati syahid di jalan Allah dan wafat di kota Rasulullah ﷺ.
Hal ini juga didasari oleh sabda Nabi ﷺ dalam Sunan al-Tirmidhi dan Sunan Ibn Majah bahwa beliau akan memberi syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah.
Dari sini terlihat bahwa para sahabat sangat memperhatikan akhir kehidupan mereka; mereka tidak hanya memikirkan bagaimana menjalani hidup, tetapi juga memohon kepada Allah Ta'ala agar diberi husnul khatimah dan diwafatkan dalam keadaan terbaik di tempat yang mulia.
Pelajaran Besar dari Baqi’
Ketika seseorang berdiri di pemakaman Baqi' al-Gharqad, ia sebenarnya sedang melihat sejarah Islam yang telah kembali menghadap Allah Ta'ala.
Di sana dimakamkan orang-orang yang dahulu: shalat di belakang Nabi ﷺ, berjihad bersama Nabi ﷺ, hidup bersama Rasulullah ﷺ, Namun akhirnya mereka pun telah wafat.
Ini mengingatkan kita pada sebuah hakikat yang tidak bisa dihindari: setiap manusia akan sampai pada kuburnya.
Penutup
Pemakaman Baqi’ adalah tempat yang sangat mulia karena sejarahnya. Di sanalah banyak sahabat dan orang-orang saleh dimakamkan.
Namun Islam mengajarkan suatu hal:
Kita menghormati tempat tersebut, menziarahinya, dan mengambil pelajaran darinya tanpa berlebihan dalam keyakinan yang tidak memiliki dalil shahih.
Karena pada akhirnya:
Kemuliaan seseorang bukan karena di mana ia dimakamkan, tetapi karena apa yang ia kerjakan sebelum dimakamkan.
Dan itulah pelajaran terbesar dari Baqi’.
Wallahu a’lam bis showab ...
Sumber:
https://islamqa.info/ar/answers/229224/هل-يوجد-فضل-خاص-لمن-يدفن-في-البقيع-(مقبرة-المدينة)
Oleh: Abu Haneen, Lc
Team redaksi: Miqdad Al Kindi, Lc
