Masjid Ijabah (مسجد الإجابة)
Bismillah, alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du ....
Di kota suci Madinah, tidak semua tempat bersejarah berada tepat di dalam Masjid Nabawi. Ada pula beberapa masjid kecil di sekitarnya yang menyimpan kisah yang sangat menyentuh tentang perhatian Nabi Muhammad ﷺ kepada umatnya.
Salah satu di antaranya adalah Masjid Al-Ijabah, yang dahulu dikenal dengan nama Masjid Bani Mu‘awiyah. Masjid ini berada sekitar 580 meter di sebelah utara Masjid Nabawi dan sekitar 385 meter dari Jannat al-Baqi.
Walaupun ukurannya tidak besar, masjid ini menyimpan sebuah peristiwa yang sangat bermakna: di sinilah Nabi ﷺ pernah berdoa khusus untuk keselamatan umatnya.
Kisah yang Terjadi di Masjid Ini
Suatu hari Nabi ﷺ datang dari daerah al-‘Aliyah, lalu melewati masjid milik kabilah Bani Mu‘awiyah. Beliau masuk ke dalamnya dan shalat dua rakaat bersama para sahabat.
Setelah itu beliau berdoa kepada Allah Ta'ala cukup lama. Seusai berdoa, beliau menghadap para sahabat dan menyampaikan apa yang terjadi dalam munajat tersebut.
Hadits ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim.
اللَّهُمَّ إِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي ثَلَاثًا فَأَعْطَانِي اثْنَتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً، سَأَلْتُ رَبِّي أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيهَا، وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيهَا، وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيهَا
“Aku meminta kepada Rabbku tiga perkara.
Dia mengabulkan dua darinya dan menolak satu.
Aku meminta agar umatku tidak dibinasakan dengan paceklik besar, maka Dia mengabulkannya.
Aku meminta agar umatku tidak dibinasakan dengan tenggelam, maka Dia mengabulkannya.
Namun aku meminta agar mereka tidak saling berperang di antara mereka sendiri, maka permintaan itu tidak dikabulkan.”
(HR. Muslim no. 2890)
Karena dua doa Nabi dikabulkan, masjid ini kemudian dikenal dengan nama Masjid Al-Ijabah, yang berarti “Masjid Dikabulkannya Doa.”
Masjid Ini dalam Lintasan Sejarah
Masjid ini memiliki sejarah yang panjang.
Pada awalnya:
Dalam perjalanan waktu, masjid ini sempat mengalami kerusakan.
Para sejarawan Madinah seperti Ali al-Samhudi menyebutkan bahwa pada suatu masa bangunannya sempat runtuh sebagian, bahkan hanya tersisa beberapa bagian saja.
Kemudian masjid ini beberapa kali dipugar dan diperbaiki, hingga akhirnya dibangun kembali secara lebih luas pada tahun 1418 H / 1997 M pada masa pemerintahan King Fahd di Saudi Arabia.
Saat ini luas bangunannya sekitar 1.000 meter persegi, dilengkapi:
Masjid ini tetap digunakan untuk shalat lima waktu dan menjadi salah satu situs sejarah yang sering dikunjungi para peziarah di Madinah.
Pelajaran Besar dari Masjid Ini
Ada pelajaran yang sangat dalam dari kisah Masjid Ijabah ini.
Nabi ﷺ sangat mencintai umatnya. Bahkan di tempat ini beliau memohon perlindungan kepada Allah untuk keselamatan umatnya.
Dua doa besar telah Allah Ta'ala kabulkan:
Namun satu doa tidak dikabulkan:
agar umat Islam tidak saling berperang di antara mereka sendiri.
Karena itu para ulama mengatakan bahwa fitnah dan konflik di antara manusia akan terus terjadi sampai hari kiamat.
Ini menjadi peringatan bagi kita bahwa persatuan umat adalah amanah besar yang harus dijaga.
Penutup
Masjid Ijabah mungkin tidak sebesar Masjid Nabawi, namun kisah yang terjadi di tempat ini mengingatkan kita tentang kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya.
Di tempat ini beliau berdoa, memohon keselamatan bagi kita semua.
Ketika seorang jamaah umrah melewati masjid ini, hendaknya ia mengingat bahwa:
Pesan untuk Jamaah
Ketika berada di Madinah, jangan hanya menikmati sejarahnya, tetapi ambillah pelajaran darinya.
Jika Nabi ﷺ saja sangat memikirkan keselamatan umatnya, maka sudah sepantasnya kita:
Semoga Allah Ta'ala menjadikan perjalanan umrah kita bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju iman yang lebih kuat dan umat yang lebih bersatu.
Link googlemaps: https://maps.app.goo.gl/pbdVb7rmHLqwMAyT9
Sumber:
